Kunci Jawaban Kelas 4 SD Tema 4 Halaman 119 120 121 122 123 Buku Tematik Subtema 3 Pembelajaran 4

Simak kunci jawaban Tema 4 Kelas 6 SD/MI halaman 25 26 27 28 Subtema 1 Pembelajaran 3 Buku Siswa Tematik Terpadu Kurikulum 2013 edisi revisi 2018. Buku Tematik Kelas 6 SD Tema 4 edisi revisi 2018 mengusung judul Globalisasi, sementara Subtema 1 berjudul Globalisasi di Sekitarku. Kunci jawaban Tema 4 Kelas 6 SD halaman 25 26 27 28 ini ditujukan kepada orang tua atau wali sebagai pedoman dalam mengoreksi hasil belajar anak.

Menyalurkan Energi Listrik Bagaimana Listrik Sampai ke Rumahmu? Listrik memiliki peran penting di era globalisasi. Tidak dapat dimungkiri, bahwa globalisasi terjadi karena perkembangan teknologi di berbagai bidang, yang didukung oleh peran listrik sebagai sumber energi di dalamnya. Listrik dapat dihasilkan dengan memanfaat sumber energi yang tersedia di alam, seperti: aliran air sungai (PLTA), panas bumi (PLTU), aliran angin (PLTA), dsb.

Setelah energi listrik dihasilkan di pusat pembangkit, energi listrik tersebut kemudian dinaikkan tegangannya oleh transformator penaik tegangan hingga 500 kv, baru kemudian disalurkan ke berbagai tempat menggunakan sistem transmisi yang dinamakan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET), yang menyalurkan energi listrik dari pusat pusat pembangkit. Setelah melalui SUTET yang melintasi wilayah pegunungan atau hutan hutan, energi listrik kemudian masuk ke gardu induk. Di gardu induk energi listrik diturunkan tegangannya oleh transformator penurun tegangan menjadi tegangan menengah 20 kv. Kemudian energi listrik disalurkan ke gardu gardu distribusi dan diturunkan kembali tegangannya dalam gardu distribusi menjadi tegangan rendah 220 volt, tegangan sebesar ini sudah sesuai dengan kebutuhan rumah tangga. Akhirnya, energi listrik disalurkan ke rumah rumah warga. Dengan adanya listrik, kini masyarakat dapat mengakses informasi yang berasal dari berbagai belahan dunia. Tanpa listrik, tentunya hal tersebut tidak akan bisa terjadi. Lalu bagaimana dengan daerahmu? Apakah kamu telah merasakan manfaat listrik dalam kehidupan sehari hari di rumah? Jawab pertanyaan berikut berdasarkan teks. Diskusikan bersama teman untuk mendapatkan jawaban yang lengkap dan tepat.

1. Apa saja jenis sumber daya alam yang bisa digunakan untuk membangkitkan energi listrik? Air, panas bumi, angin, dsb. 2. Apa fungsi SUTET pada sistem transmisi energi listrik?

Mengalirkan energi listrik dari pusat pembangkit bertegangan tinggi menuju ke berbagai tempat. 3. Mengapa energi listrik dari pusat pembangkit listrik perlu dinaikkan lalu diturunkan tegangannya sebelum disalurkan ke rumah rumah? Karena jarak antara pusat pembangkit dengan rumah penduduk sangat jauh. Dengan menaikkan tegangannya, energi listrik tidak kehilangan daya terlalu banyak ketika proses transimisi.

Sementara penurunan tegangan listrik bertujuan untuk menyesuaikan tegangan yang dibutuhkan oleh alat alat listrik yang ada pada rumah rumah. 4. Bagaimana sistem transmisi tersebut memiliki peran penting di era globalisasi sekarang ini? Jelaskan dengan singkat. Saat ini, segala aspek manusia sangat terbantu dengan adanya peralatan peralatan listrik, sehingga listrik menjadi kebutuhan yang sangat penting.

Oleh karena itu, diperlukan sistem transmisi untuk menyalurkan listrik yang dihasilkan oleh pusat pembangkit untuk memenuhi kebutuhan manusia. *** Berdasarkan hasil diskusi, tuliskan informasi penting dalam setiap paragraf dari teks tersebut pada diagram berikut!

Paragraf 1: Topik Masalah Peran penting listrik di era globalisasi Paragraf 2 : Deret Penjelas

Tegangan listrik dari pusat pembangkit dinaikkan oleh transformator hingga 500 kv, lalu disalurkan melalui sistem transmisi bernama SUTET ke berbagai tempat. Setelah itu, energi listrik akan masuk ke gardu induk untuk diturunkan tegangannya menggunakan transformator menjadi tegangan menengah 20 kv. Kemudian energi listrik disalurkan ke gardu distribusi untuk diturunkan lagi menjadi 220 v sesuai kebutuhan rumah tangga. Akhirnya, energi listrik disalurkan ke rumah rumah warga. Paragraf 3 : Kesimpulan dan pesan/pendapat pribadi penulis

Dengan adanya listrik, kini masyarakat dapat mengakses informasi yang berasal dari berbagai belahan dunia. Tanpa listrik, tentunya hal tersebut tidak akan bisa terjadi. *** Pada pembelajaran sebelumnya, kamu telah menulis tentang proses dihasilkannya energi listrik pada pembangkit listrik sederhana mikrohidro.

Sekarang, coba tuliskan dengan runtut kelanjutan dari tulisanmu, yaitu tentang proses menyalurkan energi listrik yang telah dihasilkan oleh pembangkit listrik mikrohidro tersebut. Kamu dapat menambahkan gambar untuk memperjelas tulisanmu. Isi tulisanmu adalah tentang proses menyalurkan energi listrik dari pembangkit mikrohidro hingga sampai ke rumah rumah warga di lingkungan tempat tinggalmu.

Perhatikan penggunaan kosakata baku dan kalimat efektif pada tulisanmu. Pada PLTA, air sungai/waduk masuk melewati pintu yang diatur dengan katup pengaman menuju tangki pengaman tekanan. Kemudian air dari pesat menuju ke turbin melalui katup pengatur tekanan agar tekanan air lebih besar.

Karena tekanan air tersebut, turbin akan bergerak sehingga generator menghasilkan listrik. Listrik dari PLTA, kemudian dinaikkan oleh transformator lalu mengalir menuju sistem transmisi. Melalui sistem transmisi, listrik disalurkan menuju ke gardu induk di berbagai wilayah.

Setelah tegangan listrik diturunkan, listrik kemudian disalurkan ke gardu distribusi untuk diturunkan tegangannya menjadi 220 v. Tegangan ini kemudian disalurkan menuju ke rumah rumah warga. ***

Ayo Renungkan Sebutkan 3 hal yang kamu pelajari hari ini. Apa yang sudah kamu pahami dengan baik?

Apa manfaat yang kamu peroleh dari pembelajaran hari ini? Nilai nilai apa yang dapat kamu terapkan dalam kehidupan sehari hari? Cari tahu dari orangtuamu tentang seni bela diri pencak silat yang mereka ketahui.

Artikel ini hanya ditujukan kepada orang tua untuk memandu proses belajar anak. Soal di atas sebagian besar berupa pertanyaan terbuka. Artinya, ada beberapa jawaban alternatif lainnya yang tidak terpaku seperti di atas. Artikel ini merupakan bagian dari

KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya. Senangnya tinggal di Desa Sereh Wangi. Kedekatan hubungan antarwarga membuat mereka saling menjaga. Tidak semua warga Desa Sereh Wangi merupakan penduduk asli. Sebagian warga merupakan pendatang, mereka masuk ketika kampung ini dibuka sebagai wilayah transmigrasi. Walau demikian, perbedaan asal usul tidak merenggangkan kedekatan mereka.

Kedekatan antarwarga dimulai dengan kebiasaan saling tegur sapa. Ketika berpapasan di lorong antarrumah, di jalan, atau di pasar tak pernah terlewat untuk saling menegur. Sekadar mengucap “Selamat pagi, selamat siang, selamat sore” sampai bertukar kabar atau berbincang sejenak. Semua saling kenal, semua saling peduli. Di ujung jalan, tinggal Nenek Ijah seorang diri. Ia penghuni tertua di sini. Walau begitu ia masih mandiri melakukan kesibukan di rumahnya. Kadang ia terlihat menyapu pelan daun daun di halaman rumah. Lain waktu ia duduk beristirahat di beranda.

Pak Tulus, sang kepala desa, rajin menyapa Nenek Ijah. Pagi hari, sambil berangkat kerja, ia kerap mampir untuk sekedar mengantarkan ubi atau singkong rebus. Sore hari ia lewat lagi seraya melambai pada Nenek Ijah yang duduk di beranda. Pada suatu pagi, Pak Tulus tidak menjumpai Nenek Ijah di halamannya. Sore harinya beranda rumah nenek Ijah masih tetap sepi. Pak Tulus menyempatkan untuk singgah. Pak Tulus mengetuk pintu, tetapi tak dijawab. Pak Tulus membuka pintu dan melangkah masuk. Betapa terkejut beliau menjumpai Nenek Ijah terkulai lemas di depan ruang tengahnya. Diraba dahinya, terasa agak hangat. Rupanya Nenek Ijah sakit.

Pak Tulus menyesal tidak menyempatkan mampir tadi pagi namun, belum terlambat. Pak Tulus mengajak beberapa warga membawa Nenek Ijah ke dokter terdekat. Pak Tulus mengatur jadwal warga yang akan bergantian menjaga Nenek Ijah sampai pulih. Tidak ada warga yang menolak. Semua sukarela membantu. Mereka tahu, kelak suatu ketika mereka dalam kesulitan, pasti akan dibantu. Budaya tegur sapa menjadi perekat warga. Budaya tegur sapa membangun kepedulian terhadap sesama.

Berdasarkan cerita 'Pentingnya Budaya Tegur Sapa', buatlah peta pikiran! Judul: Pentingnya Budaya Tegur Sapa Tokoh: Nenek Ijah, Pak Tulus,

Sifat Tokoh: Nenek Ijah: Mandiri Pak Tulus: Suka menolong

Tempat: Kampung Sereh Wangi Awal Cerita: Kedekatan warga dengan kebiasaan tegur sapa. Akhir Cerita: Budaya tegur sapa membangun kepedulian terhadap sesama.

Pesan Moral: Kita harus saling membantu. Berdasarkan cerita di atas, tulislah hal hal baik yang bisa dicontoh dari Pak Tulus! Pak Tulus dengan ikhlas menolong warganya.

Pak Tulus sering mengunjungi warganya. Apakah Pak Tulus sudah mengamalkan sila ketiga Pancasila? Jelaskan! Ya, Pak Tulus mengamalkan Pancasila terutama sila kedua dan ketiga.

Berdasarkan cerita di atas, tulislah hal hal baik yang bisa dicontoh dari warga Desa Sereh Wangi! Perbedaan asal usul tidak merenggangkan kedekatan mereka. Ketika berpapasan mereka saling bertegur sapa.

Warga bergantian menjaga Nenek Ijah sampai pulih. Apakah warga Desa Sereh Wangi sudah mengamalkan sila ketiga Pancasila? Jelaskan! Ya, warga Desa Sereh Wangi sudah mengamalkan sila ketiga Pancasila.

Meskipun kamu bukan warga Desa Sereh Wangi, hal apa yang kamu lakukan melihat kondisi Nenek Ijah? Jelaskan alasanmu! Saya akan menolong Nenek Ijah, karena kita harus saling tolong menolong antar sesama. Sikap sikap baik apa yang bisa kamu contoh dari warga Desa Sereh Wangi?

Dalam kehidupan sehari hari, apa lagi yang bisa kamu lakukan untuk mengamalkan sila ketiga Pancasila? Dayu ingin menghias benderanya dengan pita di bagian pinggirnya, menurutmu berapa panjang pita yang dibutuhkan? Panjang pita yang dibutuhkan untuk seluruh sisi segitiga sama dengan keliling segitiga. Cara menghitung keliling adalah dengan menghitung jumlah ukuran sisi sisinya. Cobalah kamu hitung!

Panjang pita yang dibutuhkan untuk seluruh sisi segi tiga sama dengan keliling segi tiga. Cara menghitung keliling adalah dengan menghitung jumlah ukuran sisi sisinya. Jika sisi sisinya adalah a, b, c dan keliling adalah K, maka K=a+b+c. = 30 + 40 + 50 = 120 cm. Dayu akan membuat 8 bendera. Berapakah luas kain yang dibutuhkan. Berapakah panjang pita yang dibutuhkan? Luas = 1/2 x a x t = 1/2 x 50 x 30 = 750 cm². Jika akan membuat 8 bendera maka 8 x 750 = 6.000 cm²

Ibu Dayu akan membuat 8 ikat kepala yang berbentuk segitiga siku siku. Panjang sisi sisinya adalah 60 cm, 80 cm, dan 100 cm. A. Hitunglah luas kain yang dibutuhkan untuk setiap ikat kepala! Luas = 1/2 x a x t = 1/2 x 80 x 60 = 2.400 cm2

B. Berapakah luas seluruh kain yang dibutuhkan? X 2.400 = 19.200 cm² C. Harga kain adalah Rp50.000,00/m2, berapakah uang yang harus dikeluarkan untuk membeli seluruh kain?

19,2 x Rp50.000,00 = Rp960.000,00. D. Di pinggir setiap selendang akan diberi renda. Berapakah panjang renda yang dibutuhkan untuk satu selendang? Keliling = 60+80+100 = 240 cm. Renda yang dibutuhkan = 8 x 240 = 1.920 cm.

E. Harga renda adalah Rp15.000/m, berapakah harga seluruh renda? 19, 2 x Rp15.000,00 = Rp288.000,00 F. Berapa total biaya yang harus ibu keluarkan untuk membeli kain dan renda?

Rp.960.000,00 + Rp288.000,00 = Rp1.248.000,00. Soal ini berupa pertanyaan terbuka. Artinya, ada beberapa jawaban tidak terpaku seperti di atas. Artikel ini merupakan bagian dari

KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

Add a Comment

Your email address will not be published.