WHO: Dunia Berpotensi Kekurangan 2 Miliar Jarum Suntik Vaksin Covid-19

Pakar dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Lisa Hedman mengatakan otoritas kesehatan nasional tiap negara harus merencanakan kebutuhan vaksinasi virus corona (Covid 19) mereka secara baik dan optimal. Hal ini untuk menghindari 'penimbunan, panic buying, dan situasi serupa' yang pernah terjadi di awal pandemi, dengan langkanya peralatan pelindung pribadi. "Kita berpotensi mengalami kekurangan jarum suntik imunisasi global yang pada gilirannya dapat menyebabkan masalah serius seperti memperlambat upaya vaksinasi serta masalah keamanan," kata Hedman dalam briefing Perserikatan Bangsa bangsa (PBB).

Dikutip dari laman Channel News Asia, Rabu (10/11/2021), kekurangan ini tidak hanya dapat menyebabkan terjadinya penundaan vaksinasi rutin, terutama untuk kelompok anak anak, dan layanan kesehatan lainnya. "Namun juga dapat mendorong penggunaan kembali jarum suntik yang tidak aman, terutama di negara negara miskin," jelas Hedman. Sekitar 6,8 miliar vaksinasi Covid 19 telah diberikan secara global, angkanya hampir dua kali lipat jumlah vaksin rutin, jika dibandingkan dengan total kapasitas produksi sekitar 6 miliar jarum suntik imunisasi per tahun.

Ini mengindikasikan bahwa dunia berpotensi menghadapi kekurangan hingga dua miliar jarum suntik tahun depan. Kecuali ada lebih banyak pabrik yang dialihkan untuk memproduksi jenis perangkat yang tepat untuk suntikan. "Jika kita menggeser kapasitas dari satu jenis jarum suntik ke jenis lain atau mencoba memperluas kapasitas untuk jarum suntik imunisasi khusus, itu membutuhkan waktu dan investasi," tegas Hedman.

Add a Comment

Your email address will not be published.